Rabu, 18 November 2009

Pilkada Sumenep, NU Pastikan Netral

Tuesday, 17 November 2009

Sumenep (Ansor Online): Menyusul beredarnya selebaran yang diduga dikirim oleh salah satu tim sukses (timses) bakal calon bupati Sumenep, PCNU akhirnya memberikan sikap. Intinya, PCNU tetap menyatakan netral dengan realitas yang berkembang mutakhir.

Seperti diketahui, Sabtu (14/11) lalu beredar selebaran di kalangan PCNU. Di mana, selebaran tersebut mengisyaratkan adanya dukungan terhadap salah satu bakal calon bupati. Dan, kejadian tersebut menjelang pertemuan silaturahmi kiai dan ulama se Sumenep.

Ketua PCNU Sumenep KH Abdullah Cholil menuturkan, pihaknya sempat resah dengan selebaran yang ada. “Dan, kita akan tetap konsisten dengan sikap netral NU dalam pilkada 2010 mendatang,” katanya.

Dirinya sempat terpojokkan sebagai ketua PCNU akibat beredarnya SMS yang menganggap dirinya berangkat ke Jakarta bersama Ketua Muslimat NU dan salah satu bakal calon untuk menemui seseorang guna mendukung salah satu calon dimaksud.

“Itu tidak benar, fitnah. Mungkin orang yang melakukan itu merasa dirugikan,” katanya. Akan tetapi, sambungnya, yang jelas PCNU tidak akan berpihak kepada siapa pun.

Bagaimana dengan hasil istikahrah yang mendukung salah satu calon sebagaimana dalam selebaran tersebut? Abdullah Cholil menuturkan, selebaran itu dikirim oleh orang yang tidak jelas. Dan, istikharah itu bukan sesuatu yang sakral. Sebab, membutuhkan penafsiran. “Istikarah itu disesuaikan dengan maqam atau tindakannya,” jelasnnya.

Kendati demikian, dalam silaturahmi kiai dan ulama di kantor PCNU, Minggu (15/11) sempat berhembus isu politik. Dimana, sebagian kiai akan menggandengkan dua kader NU sekaligus untuk menjadi calon bupati dan wakil bupati. Namun, itu tidak berlangsung lama.

Cholil juga berharap jangan sampai setelah muncul persoalan ada yang menggunakan NU sebagai kendaraan dalam berkampanye atau mengedarkan selebaran atau apa saja yang menimbulkan terbangunnya opini publik. “Ya semoga tidak ada konflik dalam pilbup nanti,” harapnya.

Sikap netral diambil oleh kalangan NU untuk menjaga kekompakan dan keharmonisan internal. Sebab, jika tidak netral pasti NU akan terpecah. Sehingga, jangan sampai ada orang yang bernaung di NU mendukung calon dengan membawa instansi. (jp)

http://www.gp-ansor.org/berita/pilkada-sumenep-nu-pastikan-netral.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar