Kamis, 28 Januari 2010

Dana Pengamanan Pilkada Sumenep Rp1,7 Miliar


Jumat, 29 Jan 2010

Sumenep - Dana pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dianggarkan Rp1,7 miliar.

Ketua Komisi A DPRD Sumenep, Abrory, Jumat, menjelaskan, dana pengamanan sebesar Rp1,7 miliar itu diperuntukkan bagi pelaksanaan pilkada dua putaran.

"Rinciannya, Polres Sumenep mendapat bantuan keuangan sebesar Rp1,5 miliar dan Kodim 0328 sebesar Rp200 juta," katanya di Sumenep.

Dana pengamanan pelaksanaan pilkada untuk putaran pertama yang menjadi jatah polisi dialokasikan sebesar Rp1,3 miliar dan putaran dua sebesar Rp200 juta.

"Sementara bagi Kodim 0328 Sumenep dianggarkan Rp150 juta pada pelaksanaan pilkada putaran pertama dan Rp50 juta untuk putaran kedua," katanya menambahkan.

Selain itu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun 2010 mengalokasikan dana operasional bagi jajaran Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Sumenep sebesar Rp800 juta.

"Dana yang diperuntukkan bagi pengamanan pilkada dan panwas itu di luar anggaran yang menjadi jatah KPU. Untuk anggaran pelaksanaan pilkada ditetapkan sebesar Rp15 miliar untuk dua putaran," paparnya menjelaskan.

Sesuai Surat Keputusan KPU Sumenep Nomor 1 Tahun 2009, hari "H" pilkada setempat ditetapkan pada tanggal 14 Juni 2010.

http://antarajatim.com/lihat/berita/26513/Dana-Pengamanan-Pilkada-Sumenep-Rp17-Miliar
Copyright © 2009

Aksi Aktivis Jember

Jember - Beberapa aktivis yang tergabung dalam Aliansi Mahsiswa Peduli Bangsa melakukan demo 100 hari pemerintahan SBY-Boediono di Kantor DPRD Jember, Jawa Timur, Kamis (28/1). Dalam aksinya ratusan mahasiswa meminta mengusut tuntas kasus korupsi.

www.antarajatim.com

IMM Demo di Alun-alun Sidoarjo

Sidoarjo -Sebanyak sembilan Mahasiswa dari Ikatan Mahsiswa Muhammadiyah Sidoarjo melakukan aksi unjuk rasa di depan alun-alun Sidoarjo menyikapi kinerja pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada hari ke 100 yang dinilai gagal.

Selain berorasi, mereka juga membagi-bagikan selebaran kepada pengguna jalan. Dalam aksi turun jalan itu, mereka juga membentangkan spanduk yang bergambarkan poster SBY, Bodiono dan Menkeu Sri Mulyani yang bertanduk dan bersiung.

Hariris salah satu korlap aksi mengatakan, pasca terpilihnya SBY-Boediono hingga ke seratus harinya ini, 15 program yang dicanangkan, tak sanggup menjawab persoalan warga. Bahkan warga bertambah sengsara.

"Baik itu masalah upah, tanah, pekerjaan, pendidikan dan kesehatan masih tetap mengemuka dan menjadi persoalan pokok sebagian besar rakyat indonesia," ujarnya Kamis (28/1/2010).

Pemberantasan mafia hukum, lanjutnya, diseluruh lembaga negara dan penegak supremasi hukum merupakan jargon 100 hari pemerintahannya juga tak terbukti.

Ironisnya, kasus bailout Bank Century yang merampok uang rakyat Rp 6,7 triliyun, sampai kini juga belum terseleseikan. "Ini pertanda pemerintahan SBY-Boediono gagal," terang dia.

Usai berorasi didepan alun-alun, para demonstran yang akan mengakhiri aksinya melakukan aksi pelemparan terhadap poster SBY, Boediono dan Menkeu Sri Mulyani.(*)

www.beritajatim.com

"DPRD Jatim Terima Demo Lembaga Dakwah Kampus" H. Sugiri Sancoko : Implentasikan nilai dan ruh ke-Islaman


Surabaya – Ruang Aspirasi Rakyat
DPRD Jawa Timur menerima dan menemui perwakilan aksi Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Surabaya. Aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jatim itu, diikuti 500 mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Sebelumnya mereka berkumpul dan berorasi di Tugu Pahlawan, Rabu (27/1).

Rombongan aksi unjukrasa tersebut diterima H. Sugiri Sancoko anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai Demokrat dan beberapa anggota dewan lainnya. Feri Fauzi kordinator lapangan BKLDK Surabaya bersama perwakilan mahasiswa, langsung diterima hangat di gedung dewan.

Dalam pertemuan tersebut, BLDK Surabaya menyatakan tiga tuntutan kepada DPRD Jatim. Diantaranya, perubahan basis konsep kenegaraan merupakan suatu hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Ideologi kapitalisme dengan segala macam turunannya merupakan sumber dari kerusakan yang terjadi.

”Kapitalisme juga telah melahirkan rezim kompradornya yang terus menerus berselingkuh dengan para pemilik modal dan menghianati rakyat,” Kata Feri Fauzi dengan baju hitamnya sebagai simbol tertindasnya rakyat.

Selain itu, Pilihan ini diserukan pada seluruh komponen rakyat negeri ini. Agar segera beralih ketatanan negara Islam dengan penerapan syariah dan khilafah. Hal ini penting sebagai solusi atas seluruh persoalan yang terus menerus melilit, akibat penerapan kapitalisme.

”Hanya Islamlah satu-satunya sistem kehidupan yang sesuai fitrah manusia. Ini akan menyelamatkan Indonesia dan melahirkan dari kebaikan kehidupan di dunia dan akhirah,” ujar Feri Fauzi dengan mengepalkan tangan tanda semangat.

Menurutnya, Skandal Bank Century sebagai bukti ketidakmampuan Pemerintah dalam memberantas korupsi, keberadaan UU yang tidak memihak rakyat seperti UU Non Migas, belum lagi soal pornografi yang makin marak dituangkan lewat film. “Sistem kapitalisme yang ada sekarang ini adalah sistem bobrok dan tidak layak untuk dipertahankan,” tegasnya.

Sementara itu H. Sugiri Sancoko anggota Komisi C yang menerima aksi mahasiwa mengatakan, ruh nilai ke-Islaman bisa digunakan untuk menolak dan membendung sistem kapitalisme dan liberalisme.

”Kami sepakat nilai-nilai ke Islaman perlu di implementasikan. Namun kalau mau menegakkan negara Islam, dengan penerapan syariah dan khilafah tidak mungkin. Mengingat Islam itu, rahmatan lil alamin, rahmat untuk semua alam,” kata Sugiri Sancoko.

Menurutnya, memang kapitalisme global dan liberalisme harus dibendung. Negara sesuai UU 45, kita penganut ekonomi kerakyataan. Dimana mengedepankan nilai humanitas dan peran kepedulian sosial.

”Negara kita negara yang berasaskan Pancasila. Itu sudah final. Perihal negara Islam cukup dengan mengedepankan nilai-nilai dan ruh implementasi ke-Islam itu sendiri,” jelas H. Sugiri Sancoko yang saat ini aktif dalam pencalonan Pilkada Calon Bupati Ponorogo. (rud)

Rabu, 27 Januari 2010

Partai Demokrat Bangun Koalisi Non Parlemen


Sumenep-Untuk mendukung perolehan suara dalam pilkada sumenep, partai demokrat merangkul koalisi non parlemen. Koalisi ini merupakan gabungan 11 partai yang tidak memiliki perwakilan di DPRD sumenep.Partai demokrat mulai melakukan safari politik ke beberapa partai politik yang tidak memiliki keterwakilan di parlemen.Menurut Husein Satriawan koordinator koalisi non parlemen ini, kini telah tergabung 11 partai kecil yang juga siap berkiprah dalam pilkada sumenep.

Nantinya menurut husein, koalisi non parlemen ini akan bergabung dengan koalisi parlemen yang telah dibangun oleh partai demokrat.Menurut husein, dasar pikir terbangunnya koalisi ini adalah keinginan partai-partai kecil non parlemen di sumenep, untuk turut serta terlibat dalam proses demokrasi di sumenep.Dengan dukungan dari koalisi partai non parlemen ini, diharapkan perolehan suara calon bupati demokrat dalam pilkada sumenep nanti akan terdongkrak.Seperti diberitakan, saat ini partai demokrat juga membangun koalisi parlemen dengan enam partai yang ada di sumenep.Adapun calon bupati yang diusung sebagai bupati dalam pilkada nanti adalah Bambang Mursalin.

http://www.madurachannel.com/madura/politik/3033-partai-demokrat-bangun-koalisi-non-parlemen.html

Konfercab Bangkalan Berjalan Lancar

Bangkalan - Konfercab DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bangkalan, Selasa (26/1) sore termasuk satu di antara Konfercab PDI Perjuangan di seluruh Jawa Timur yang berlangsung lancar dan kondusif. Konfercab yang dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur H Sirmadji, Wakil Bendahara MH Said Abdullah, Wakil Ketua Bidang Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Sugiono dan Wakil Sekretaris Bidang Internal SW Nugroho itu mengukuhkan H Fatkhurrahman sebagai Ketua DPC periode 2010-2015. Berita Foto

Selasa, 26 Januari 2010

Said Abdullah Lantik Pengurus Baru DPC PDIP Sumenep


26 Januari 2010

Sumenep - MH Said Abdullah melantik pengurus hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep di Hotel Utami Sumenep, Selasa (26/01). Dimana Konferensi menetapkan Hunain Santoso menjadi ketua DPC PDIP periode 2010 - 2015.

Hunain Santoso terpilih kembali menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep untuk yang kedua kalinya. Dimana ia mendapatkan dukungan 20 Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP dari peserta yang hadir.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep ini ditetapkan menjadi Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) Sumenep, untuk periode 2010-2015. Konfercab PDIP yang ketiga ini, dihadiri oleh 23 pengurus anak cabang (PAC) se Kabupaten Sumenep.

Menurut Mh Said Abdullah, Pengurus DPD PDIP Jawa Timur, 20 PAC PDIP mendukung Hunain Santoso. Sesuai surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP nomor 435 tahun 2009, figur yang memperoleh dukungan separuh plus satu PAC memang bisa langsung ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Kabupaten atau Kota setempat dalam konfercab.

"Selain itu, dalam Konfercab PDIP ini, dipilih tim formatur yang akan membentuk kepengurusan PDIP sumenep periode 2010-2015 secara lengkap," Kata MH Said Abdullah yang juga anggota DPR RI Dapil XI Jawa Timur ini.

Sementara itu Konfercab juga menghasilkan keaputusan dan menetapkan Dekky Purwanto sebagai Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Sumenep. Ia merupakan figur muda yang juga menjadi Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Sumenep

Dekky sebelumnya juga menjabat Sekretaris DPC PDIP periode lalu, bersama dengan Hunain Santoso Ketua DPC PDIP terpilih.(rud/*)